Apa itu IPO (Initial Public Offering)Tujuan, Cara kerja, Sampai Tahapannya

Apa itu IPO, Initial Public Offering atau IPO merupakan kondisi ketika perusahaan menjual sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kali. Melalui Initial Public Offering atau IPO masyarakat umum bisa membeli saham dan perusahaan dapat memperoleh dana tambahan.

Dengan Berinvestasi dalam saham akan meningkatkan peluang keuntungan, Tentu saja semua itu tidak luput dengan adanya risiko. Oleh karena itu baiknya kamu memahami terlebih dulu mekanisme IPO sebelum membeli saham di artikel berikut.

Dalam artikel kali ini saya akan mebahasa Apa itu IPO (Initial Public Offering). mari kita simak

Mengenal IPO

Dahulu Sebelum adanya IPO, perusahaan bersifat pribadi dan hanya memiliki beberapa pemegang saham. Para pemegang saham ini biasanya merupakan pendiri perusahaan dari keluarga atau teman-teman mereka, serta investor profesional.

Apa itu IPO
Sumber : investologic.in

Karena Masyarakat umum tidak memiliki akses untuk membeli saham kecuali memintanya langsung kepada pemilik perusahaan. Akan tetapi para pemilik perusahaan belum tentu berniat menjual sahamnya kepada pihak luar mana pun.

Jika suatu perusahaan melakukan IPO, maka perusahaan tersebut bisa dikatakan telah go public. Tujuannya untuk mengumpulkan modal dan membuat saham tersedia bagi masyarakat umum untuk dibeli.

Dan Proses pembelian saham dalam IPO dijamin oleh bank investasi, pialang (perantara). Mereka membeli saham dari perusahaan lalu menjual dan mendistribusikannya kepada para investor melalui IPO.

Initial Public Offering biasanya menarik banyak investor, tapi tidak semua investor akan memperoleh saham yang mereka inginkan karena penjualan saham dalam IPO umumnya terbatas.

Baca Juga :

Pertanyaan umum seputar IPO

Jika kamu cukup awam dengan investasi saham, istilah Initial Public Offering atau IPO mungkin terdengar asing sehingga memunculkan beragam pertanyaan.

Foto by Unsplsh

Pertanyaan tersebut biasanya seputar alasan utama perusahaan melakukan IPO, kesempatan untuk membeli IPO, hingga seberapa menguntungkannya IPO.

Di bawah ini akan menjelaskan beberapa pertanyaan yang cukup sering ditanyakan berkaitan dengan IPO.

1 Apa tujuan perusahaan melakukan IPO?

Initial Public Offering merupakan salah satu opsi di antara beragam cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk mendapatkan modal. Dengan go public, perusahaan bisa meningkatkan pemasukan untuk memenuhi biaya operasional atau pun membuka peluang bisnis baru.

Pada dasarnya Perusahaan bisa memperoleh modal tambahan dari meminjam, mencari investor tambahan, atau melalui akuisisi. Meski demikian, IPO atau Initial Public Offering masih menjadi cara paling efektif untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

2 Apakah semua orang dapat berinvestasi di IPO?

Sebenarnya IPO terbuka untuk semua investor yang berminat menginvestasikan modalnya kepada suatu perusahaan tertentu. akan tetapi, terkadang jumlah IPO yang ditawarkan atau diperdagangkan kepada publik jumlahnya terbatas, karena itu ada kemungkinan ketersediaannya tidak mencukupi permintaan. Akan tetapi jika kamu tetap tertarik berinvestasi, bisa melalui pembelian reksadana maupun instrumen lain yang memiliki fokus pada IPO.

3 Apakah saham perusahaan IPO sudah pasti menjanjikan?

IPO bertujuan untuk menggalang dana dalam rangka pengembangan bisnis. Sehingga IPO berpotensi bisa saja menjanjikan ataupun sebaliknya. Contohnya saja seperti perusahaan yang IPO untuk menambah dana segar agar perusahaan tersebut tetap berjalan karena adanya krisis keuangan secara internal.

Dari Contoh tersebut memperlihatkan masalah internal perusahaan yang bisa saja nantinya berdampak pada harga saham yang diperjual belikan saham. Akan tetapi dengan adanya IPO, suatu perusahaan akan mendapatkan sorotan dimana akan berpengaruh terhadap harga IPO yang fluktuatif di hari peluncuran IPO. Hal ini memberikan keuntungan karena kenaikan harga yang signifikan.

Namun, seringkali setelah IPO harga akan mengalami koreksi yang bisa saja berakibat kerugian apabila harga terus menurun. Sehingga kamu perlu perhatikan sedari awal prospek bisnis dan kondisi perusahaan sebelum kamu membeli IPO.

Bagaimana Proses IPO?

Umumnya proses IPO suatu perusahaan terbagi menjadi dua fase yaitu, pra-pemasaran dan fase penawaran umum perdana (IPO) . Ketika ingin merilis IPO, perusahaan akan beriklan ke underwriters (profesional eksternal) untuk meminta penawaran pribadi atau membuat pernyataan publik untuk mendapatkan minat (penawaran) dari masyarakat.

Foto by Pexels

Perusahaan memilih langsung underwriters untuk selanjutnya memimpin proses IPO. Underwriters ini terlibat dalam berbagai aspek seperti pengujian IPO, persiapan dokumen, pengarsipan, pemasaran, dan juga penerbitan.

Proses dan tahapan perusahaan sebelum merilis IPO:

  • Underwriters akan mempresentasikan proposal dan penilaian untuk membahas layanan mereka, jenis sekuritas terbaik untuk diterbitkan, harga penawaran, jumlah saham, dan estimasi waktu untuk penawaran ke publik.
  • Perusahaan memilih underwriters secara langsung dan secara resmi menanggung persyaratan melalui perjanjian yang disepakati.
  • Pembentukan tim internal, tim IPO terdiri dari underwriters, pengacara, sertifikasi akuntan publik atau certified public accountants (CPAs), dan Securities and Exchange Commission (SEC).
  • Perusahaan perlu mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia terlebih dahulu dengan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK dan permohonan pencatatan saham kepada BEI. Adapun dokumen atau informasi yang perlu disiapkan perusahaan antara lain;
    • Profil perusahaan, informasi tentang rencana IPO, underwriter, dan profesi penunjang;
    • Pendapat dan laporan pemeriksaan dari segi hukum dari Konsultan Hukum;
    • Laporan Keuangan yang diaudit Akuntan Publik;
    • Laporan Penilai (jika ada);
    • Anggaran Dasar perusahaan terbuka perusahaan yang telah disetujui Menteri Hukum dan HAM;
    • Prospektus, yang berisikan antara lain informasi yang terdapat pada dokumen a. sampai dengan e. di atas;
    • Proyeksi keuangan.
    • Penyampaian Pernyataan Pendaftaran ke OJK
    • Penawaran Umum, Pencatatan dan Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

IPO merupakan momen yang menguntungkan bagi perusahaan maupun para investor. Tidak hanya meningkatkan modal, perusahaan juga bisa mendapatkan eksposur, prestise, dan citra yang baik di mata masyarakat.

Faktor yang menjadi rintangan untuki IPO biasanya berasal dari masalah hukum, manajemen, atau harga IPO yang tidak disetujui dalam pasar saham. Meski pun begitu sebenarnya dapat diantisipasi oleh perusahaan dari jauh hari sebelum IPO dilakukan.

Kelebihan dan kekurangan perusahaan melakukan IPO

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang didapatkan perusahaan dalam melakukan Initial Public Offering atau IPO . Walaupun sebagian besar memiliki tujuan yang positif, dalam prosesnya perusahaan biasanya menghadapi hambatan dalam proses pencatatan IPO.

Hambatan tersebut biasanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen dan persetujuan pemimpin internal perusahaan.

Berikut ini perbandingan dari kelebihan dan kekurangan yang didapatkan oleh perusahaan dalam melakukan IPO.

Baca Juga :

Kelebihan IPO Kekurangan IPO

Perusahaan mendapatkan modal tambahan.

  • Melakukan IPO membutuhkan biaya yang besar dan mahal.
  • Membuka peluang keuntungan besar bagi perusahaan. Perusahaan diwajibkan mempublikasi laporan keuangan, pajak, akuntansi, dan bisnis terkait kepada masyarakat.
  • Investor mendapatkan likuiditas. Meningkatnya resiko yang berkaitan dengan tuntutan hukum.
  • Saham IPO dapat dijual dengan cepat. Fluktuasi harga saham dapat mengganggu fokus dan strategi manajemen dalam menjalankan bisnis.
  • Meningkatkan citra perusahaan. Struktur organisasi dan kepemimpinan melibatkan dewan direksi dalam pengambilan keputusan besar sehingga birokrasi akan lebih panjang.
  • Mendapat insentif pajak.
  • Pelaporan membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih banyak.

Di bahas Secara lebih lengkap, berikut ini kelebihan dari perusahaan melakukan IPO :

1 Membuka peluang keuntungan besar bagi perusahaan

Initial Public Offering juga memiliki manfaat lain untuk perusahaan. Di antaranya, perusahaan akan memiliki suku bunga yang lebih tinggi ketika memberikan pinjaman, karena peningkatan pengawasan dari analis dan investor.

Perusahaan pun dapat menerbitkan lebih banyak saham untuk bisa dijual selama terdapat permintaan pasar. Dengan kedua keunggulan tersebut, akan lebih mudah bagi perusahaan untuk mengatur merger dan akuisisi.

2 Investor mendapatkan likuiditas

Jika kamu pemegang saham perusahaan swasta, akan sulit untuk menjual saham yang kamu miliki. Bahkan lebih sulit lagi untuk menilainya. Inilah sebabnya investasi saham diharapkan sebagai salah satu bentuk investasi paling menguntungkan.

Para Investor juga memiliki andil besar dalam kenaikan harga saham. Hal ini terjadi jika kinerja perusahaan dinilai baik oleh investor. Penilaian yang baik berpeluang meningkatkan nilai saham perusahaan di masa depan.

3 Saham IPO dapat dijual dengan cepat

Disaat saham LinkedIn dipublikasi untuk pertama kali, nilainya naik dari 45 dolar menjadi 94,25 dolar pada hari yang sama. Peningkatan inilah yang menjadi daya tarik utama IPO di mata para investor.

Semua Saham yang dibeli dapat dijual kapan saja, baik secara online maupun melalui panggilan telepon. para Investor juga dapat membuka pemesanan terbatas dengan harga dan jumlah saham yang telah ditetapkan.

4 Meningkatkan citra perusahaan

Ketika suatu perusahaan melakukan IPO maka secara tidak langsung media dan penyedia data dan analis di perusahaan sekuritas akan sering meliput perusahaan untuk mengetahui informasi atau berita tentang perusahaan secara cuma-cuma. semua ini dilakukan agar publik atau calon investor dapat memantau perusahaan yang akan ia beli sahamnya.

Di sisi lain publikasi ini akan meningkatkan citra dan eksposure terhadap produk ataupun perusahaan yang IPO itu sendiri. Sehingga ini akan membuka peluang pada munculnya calon pelanggan produk atau investor.

5 Mendapat insentif pajak

Pemerintah memberikan insentif pajak melalui penerbitan Peraturan Pemerintah No 56 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka (PT).

Dengan adanya aturan ini perusahaan yang melakukan go public dapat memperoleh penurunan tarif PPh sebesar 5% lebih rendah dari tarif PPh Wajib Pajak badan dalam negeri, namun dengan catatan sepanjang 40% sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa, serta memiliki minimal 300 pemegang saham.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu

Sumber :

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *